Indonesia tidak pernah berhenti membangun sektor pendidikan dengan maksud agar kualitas sumber daya manusia yang dimiliki mampu bersaing secara global. dengan demikian, MALAKA COURSE kembali menerima siswa ( i ) dan Santri ( Wan ) baru
Dengan Program Pendidikan :
1. Program Kursus Bahasa Inggris
2. Program Kursus Matematika
3. Program Kursus Komputer
4. Program Tilawatil Quran serta ada Penambahan Program
5. Tahfizul Quran
dengan persyaratan Sebagai berikut :
Syarat Pendaftaran
1. Siswa ( i ) sederajat maksimal kelas 2 SD sederajat
2. Foto warna terbaru ukuran 3×4 dan 4×6 Masing-masing 4 lembar ;
3. Pendaftaran dilakukan di MAlaka Course Jalan Banda Aceh Medan Km 18 Pasar Samahani, Leupung Riwat Kec.Kuta Malaka
Adapun Staf Pengajar di Malaka Course adalah sebagai berikut :
A. Program Kursus Bahasa Inggris
- Mis. Cut Evi Wardani
- Mis. Salawati S.Pd
B. Program Kursus Matematika
- Mis. Aflinda S.Pd
- Mis. Yuni Sara S.Pd
C. Program Kursus Komputer
D. Program Tilawah - Asy'ari S.Pd.I
- Ustad Syibran Malasi S.Sy
E. Program Tahfizul Qur'an
- Ustadz Zul Fahmi S.Pd.I
- Ustadz Zul Aqli S. Sy
KEGIATAN EKSTRA KULIKULER
Selain itu juga ada Program Ektrakulikuler untuk melatih kreatifitas anak seperti adanya Sanggar Aneuk Malaka seperti Pelatihan Tarian yang akan diajarkan langsung oleh Mis Cut Eva Syamsoeddin Putri yang merupakan Mahasiswi Sastra Indonesia Unsyiah yang sudah berhasil mengajar peserta Tarian ke Event Event bergengsi.Nah, lalu bagaimana cara membangun karakter anak???
Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship),
yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan
(hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME
(spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan
pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak.
Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak
memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan
yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya
dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini,
salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk
mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan
potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan
sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan
seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan
karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi
akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti
itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan
baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan
penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.
Nah, sekarang kita memahami mengapa
membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting. Usia
dini adalah usia emas, maka manfaatkan usia emas itu sebaik-baiknya.
Nilai-nilai Karakter Yang Perlu Ditanamkan kepada Anak
Pada masyarakat yang heterogen dengan berbeda-beda latar belakang social budaya dan agama, adanya common values (nilai-nilai yang dijunjung tinggi bersama) sangat diperlukan. Nilai-nilai ini dapat menjadi perekat yang efektif sehingga akan tercipta relasi social yang harmonis, yaitu terjadinya rasa kebersamaan. Misalnya, adanya nilai kejujuran yang dijunjung tinggi maka akan membuat setiap orang percaya pada kelompok masyarakat lainnya, bahwa mereka tidak akan diambil haknya atau ditipu. Juga dengan adanya tanggung jawab, setiap orang akan menjalankan kewajibannya, sehingga hak semua orang dapat terpenuhi.
Ada beberapa nilai yang dianggap perlu untuk dijadikan fokus pendidikan karakter. Misalnya dalam deklarasi Aspen dihasilkan 6 nilai etik utama (core ethical values) yang disepakati untuk diajarkan dalam system pendidikan karakter di Amerika yang meliputi:
1. Dapat dipercaya
2. Memperlakukan orang lain dengan hormat
3. bertanggung jawab
4. adil
5. kasih sayang
6. warga Negara yang baik
Sedangkan IHF telah membuat konsep 9 pilar karakter yang untuk dijadikan modul pendidikan karakter. Kesembilan plar ini adalah nilai-nilai yang bersifat universal yaitu (1) cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya, (2) kemandirian dan tanggung jawab, (3) kejujuran/amanah, bijaksana, (4) hormat dan santun, (5) dermawan, suka menolong dan gotong royong, (6) percaya diri, kreatif dan pekerja keras, (7) kepemimpinan dan keadilan, (8) baik dan rendah hati, (9) toleransi, kedamaian, dan kesatuan. ( Asy'ari S.Pd.I )
Pada masyarakat yang heterogen dengan berbeda-beda latar belakang social budaya dan agama, adanya common values (nilai-nilai yang dijunjung tinggi bersama) sangat diperlukan. Nilai-nilai ini dapat menjadi perekat yang efektif sehingga akan tercipta relasi social yang harmonis, yaitu terjadinya rasa kebersamaan. Misalnya, adanya nilai kejujuran yang dijunjung tinggi maka akan membuat setiap orang percaya pada kelompok masyarakat lainnya, bahwa mereka tidak akan diambil haknya atau ditipu. Juga dengan adanya tanggung jawab, setiap orang akan menjalankan kewajibannya, sehingga hak semua orang dapat terpenuhi.
Ada beberapa nilai yang dianggap perlu untuk dijadikan fokus pendidikan karakter. Misalnya dalam deklarasi Aspen dihasilkan 6 nilai etik utama (core ethical values) yang disepakati untuk diajarkan dalam system pendidikan karakter di Amerika yang meliputi:
1. Dapat dipercaya
2. Memperlakukan orang lain dengan hormat
3. bertanggung jawab
4. adil
5. kasih sayang
6. warga Negara yang baik
Sedangkan IHF telah membuat konsep 9 pilar karakter yang untuk dijadikan modul pendidikan karakter. Kesembilan plar ini adalah nilai-nilai yang bersifat universal yaitu (1) cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya, (2) kemandirian dan tanggung jawab, (3) kejujuran/amanah, bijaksana, (4) hormat dan santun, (5) dermawan, suka menolong dan gotong royong, (6) percaya diri, kreatif dan pekerja keras, (7) kepemimpinan dan keadilan, (8) baik dan rendah hati, (9) toleransi, kedamaian, dan kesatuan. ( Asy'ari S.Pd.I )

No comments:
Post a Comment