Pendidikan adalah sarana menuju kesuksesan, dengan pendidikan
kualitas SDM kita dapat ditingkatkan, namun apa jadinya jika kualitas
pendidikan suatu negara itu rendah??? Mungkin jawaban dari pertanyaan
tersebut dapat kita lihat disekitar kita.
Bagi masyarakat perkotaan, khususnya di Pulau Jawa, hal ini tidak
terlalu dirasakan. Namun, bagi masyarakat pedesaan di daerah pedalaman
atau bahkan perbatasan, hal ini akan sangat jelas terlihat. Kurang bahka
tidak adanya fasilitas, keprofessionalan tenaga pengajar, dan banyak
lagi masalah lain, membuat kualitas lulusan sekolah – sekolah itu ya
cuma begitu-begitu saja.
Namun, pada tulisan saya kali ini, saya tidak akan membahas hal
tersebut, (terus apaaa doooong???) yang akan saya bahas kali ini adalah
mengenai kualitas lulusan sekolah menengah atas (SMA) yang sepertinya
terlihat jelas bahwa lulusan SMA sederajat itu belum bisa apa-apa
(terjun di dunia pekerjaan) khususnya dibidang industri dan perkantoran.
Mengapa hal itu terjadi??? Kalau kita cermati lebih lanjut, sepertinya
saat sekolah SMA yang dipersiapkan hanya menghadapi ujian ataupun tes.
Fenomena pendidikan Indonesia, khusunya SMA, yang dipelajari adalah
bagaimana caranya lulus ujian, bukan bagaimana manfaat dan kegunaan ilmu
itu setelah lulus nanti. Itulah sebabnya, materi yang dipelajaripun
adalah materi yang bersifat teoritis dan rumus-rumus untuk menjawab
sebuah soal tertulis, bukan untuk menjawab permasalahan yang benar-benar
real. Lulusan SMA mungkin jika ditanya tentang Pytagoras pasti akan
tahu rumusnya dan cara menjawab soal yang berkaitan dengan hal tersebut.
Tapi jika ditanya “dalam kehidupan kita sehari-hari Pytagoras itu untuk
apa???” Sebagian besar lulusan SMA pasti akan menjawab “tidak tahu”.
Sendainya (jika kita boleh berandai-andai), UN akhir SMA bukan berupa
ujian tertulis, tapi praktek, mungkin hasilnya akan berbeda. Materi
yang disajikan bukan untuk menjawab soal tertulis, tapi bagaimana untuk
memcahkan masalah tentang sesuatu yang benar-benar terjadi, boleh jadi,
kualitas lulusan SMA Indonesia akan meningkat. Setelah lulus mereka bisa
langsung bekerja atau bahkan bisa melakukan penemuan-penemuan yang
tentunya akan menguntungkan negara ini.
Yah, mungkin sebagian orang akan menjawab: “Kalau mau lulus langsung
bekerja, ya ke SMK saja!!!” mungkin hal itu benar juga, tapi
kenyataannya, berapa banyak SMK di daerah-daerah pedalaman dan khusunya
perbatasan. Atau mungkin ada yang akan menjawab: “Praktek itu saat
kuliah, dan teorinya itu saat SMA”,Namun tanpa ada usaha dan niat pribadi untuk mengembangkan apa yang SUPER pada diri anda sama gak akan menjadi apa-apa ( KERENA SETIAP ORANG ITU PASTI ADA KEAHLIANNYA MASING-MASING) sehingga semakin lama semakin banyak Jumlah pengangguran.SAYA pribadi tidak mau menyalahkan siapa saja baik itu pemerintah,keluarga,masyarakat namun mereka itu hanyalah Dampak pengaruh dan memberikan motivasi terhadap pendidikan seorang anak bukan sepenuhnya karena mereka.Kembali keperson perserta didik jika anda mau menjadi seorang yang berpendidkan dan sukses dalam suatu bidang,maka pakailah otak anda untuk berfikir bagaimana menjadi seorang yang berpendidikan dan sukses dalam bidang yang anda geluti. tidak mungkin anda bisa menguasai semua bidang kecuali Allah SWT.
itu menurut saya,,bagaiamana menurut anda.. ??? :)
No comments:
Post a Comment